A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

Tk. Masjid Syuhada

Artikel

SEP 07

MENYIAPKAN ANAK MENJADI JUARA KEHIDUPAN

September 07, 2014 | by Admin Tk Syuhada

MENYIAPKAN ANAK MENJADI JUARA KEHIDUPAN

 

Kehadiran anak di dunia ini bagi orangtua adalah sebagai hiburan yang mengenakkan pandangan, sebagai perhiasan hidup di dunia, sebagai bukti kebesaran dan kasih sayang Allah, sebagai Pelanjut, penerus, dan pewaris keturunan, sebagai amanah yang harus dijaga dengan baik. Namun,  anak juga bisa menjadi ujian bagi orangtua.

Kita sebagai orangtua sebaiknya dapat menjadi tauladan yang baik bagi anak-anak kita, karena anak-anak adalah peniru ulung, apa yang dicontohkan orangtua ia akan langsung dengan mudah untuk menirunya. Selain itu, juga karena orangtua adalah penentu kesuksesan anak. Sebagai penentu kesuksesan anak, orangtua yang termasuk dalam keluarga, memiliki peran sebagai pendidik yang pertama dan utama, sebab 60% peran pendidikan anak ada di pihak keluarga, 20% di lingkungannya dan 20% lagi di sekolahnya. Jadi, seandainya peran keluarga telah hilang dalam peran pendidikan anak, maka anak akan belajar dari lingkungannya, bukan dari sekolahnya. Sekolah hanya memegang sedikit peran dalam pendidikan anak, yaitu sebagai partner orangtua dalam menyiapkan anak menjadi juara kehidupan.

Sebagai orang muslim, dalam mendidik anak-anak, kita telah mempunyai idola tersendiri, yaitu Nabi Muhammad SAW beserta para sahabatnya, bukan para artis maupun tokoh kartun. Sebagaimana Hadis Riwayat Ath-Thabrani:

     “Didjiklah anak-anakmu tiga perkara, (di antaranya): cinta kepada Nabi mereka, dan cinta kepada sanak keluarganya, dan cinta kepada alquran...”

Sudah seharusnya sebagai orangtua kita menjadi uswah bagi anak-anak kita melalui

  1. - Menjadi teladan dari kebaikan
  2. - Mudah ditiru dan di duplikasi oleh anak
  3. - Mengajarkan anak realita
  4. - Saling mendukung antara ibu dan ayah.

Maka, takutlah meninggalkan anak yang lemah; Lemah Aqidah/Iman, Lemah Ilmu/Pemahaman Islam, Lemah Amal Shaleh, Lemah Etos Perjuangan, Lemah Ekonomi, dan Lemah Fisik.  “Dan hendaklah takut kepada Allah, orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak keturunan yang lemah, yang mereka khawatirkan. Oleh karena itu hendaknya mereka bertaqwa kepada Allah dan mengucapkan perkataan yang benar” (QS. an-Nisaa’: 9)

Tujuan pendidikan anak menjadi juara kehidupan adalah dengan membentuk pribadi yang sholih/ sholihah.  Hal ini dikarenakan Inilah satu-satunya cita-cita tertinggi orangtua untuk anaknya yang terekam dalam al-Qur’an, yang merupakan doa Nabi Zakaria (Ali Imran 38), Dengan keshalehannya, anak akan dapat menjalani kehidupan ini secara  Islamy, bila kelak  menjadi orang yang secara fisik cantik atau gagah, kaya, punya jabatan tinggi, pandai atau bahkan sebaliknya, keshalehan itu akan membimbingnya untuk hidup secara benar sesuai ajaran Islam. Ini adalah harga paling tinggi di hadapan Allah.

Sedangkan pribadi yang shalih/shalihah tercermin pada

  1. - Kuat aqidah/keimanannya
  2. - Taat pada aturan Islam, artinya menjadikan syariat sebagai tolok ukur perbuatannya (miqyasu al’amal) dan menjadikan  ajaran Islam sebagai landasan berfikirnya (qoidah fikriyah)
  3. - Ciri anak shaleh tergambar pada surah Lukman (ayat 13 - 19), diantaranya beraqidah lurus, tidak musyrik, birru al-walidayn, taat beribadah, mau berdakwah dan berakhlaq mulia.

 


Disarikan dari parenting KB/TK Masjid Syuhada dengan tema “sinergis pendidikan di rumah dan pendidikan di sekolah” dengan narasumber Nur chalimah, M. Pd, pada 23 Agustus 2014.