A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257


Sejarah TK Masjid Syuhada'

INFORMASI  TENTANG SEJARAH TAMAN KANAK-KANAK MASJID SYUHADA’


1. Nama Lembaga
Saat dilahirkan : Sekolah Taman Kanak-kanak Masjid Syuhada’
Berdiri : 01 Agustus 1960
Terdaftar di Depdikbud dengan nama : Taman Kanak-kanak Masjid Syuhada’  pada Tanggal 16 Agustus 1961

2. Dasar Pemikiran yang melatar belakangi didirikannya.
“Menanamkan ilmu pada anak-anak, laksana mengukir diatas batu, tak lekang karena panas dan tak luntur karena hujan”. Hal ini sebagai realisasi dari peran serta YASMA dalam melaksanakan amanah UUD 1945, khususnya berpartisapasi dalam mencerdaskan bangsa. Dari Masjid sebagai monumen bangsa yang hidup diharapkan tumbuh generasi penerus yang berilmu, beriman dan bertaqwa serta ikhlas menjadi Syuhada’-Syuhada’ baru.

3. Tujuan yang ingin dicapai oleh Taman Kanak-kanak Masjid Syuhada’.
Setelah anak menyelesaikan pembelajaran di Taman Kanak-kanak Masjid Syuhada' diharapkan :
• Memiliki sifat-sifat sebagai pribadi muslim-muslimah yang sehat jasmani dan rohani serta memiliki dasar tentang keimanan dan ketaqwaan, pengetahuan, ketrampilan, sikap dan nilai yang diperlukan untuk :
     - Berbakti kepada Allah SWT dan orang tua.
     - Beribadah dan beramal shaleh.
     - Bergaul dan berkomunikasi di masyarakat dan lingkungannya.

4. Didirikan atas ide mahasiswa UGM yang tinggal di asrama YASMA. Saat itu ialah BADJOERI ALI. Berdasar musyawarah antara Badjoeri Ali dan Soedarpo dan juga Ibu Hj. Siti Safiah, Bapak/Ibu Kadarisman, pada Tahun 1960 di Masjid Syuhada’, dibentuk kepengurusan di kediaman Bapak/ibu Kadarisman, Jl. I. Dewa Nyoman Oka No. 11 dengan susunan sebagai berikut :

   • Penasehat merangkap sekretaris : Ibu. Hj. Siti Safiah.
   • Bendahara merangkap pengurus harian : Ibu Kadarisman.
   • Pembantu Umum : Bapak. Kadarisman.
                                  Bapak Badjoeri Ali
                                  Bapak. Soewondo

5. Kepengurusan saat itu belum ditentukan masa jabatannya, karena masih berdasar kondisi anak-anak asrama YASMA yang sibuk dengan kegiatan kuliah, sehingga setiap ada kelulusan maka Pengurus Taman kanak-kanak Masjid Syuhada’ diganti. Adapun anak-anak asrama YASMA yang terlibat dalam membantu Taman Kanak-kanak selain Badjoeri Ali dan Soedarpo adalah :
  • • Soewondo.
  • • Umar Mikky
  • • Barmawi Moekri
  • • Amarullah
  • • Muhammadin

Setelah mereka lulus kuliah Pengurus Taman Kanak-kanak Dijabat oleh Hj. Siti Safiah dan Ibu Kadarisman dari tahun ke tahun.
>> Tahun 1977 – 2000
     Pengurus Taman Kanak-kanak terbentuk dengan susunan :
  • Penasehat           : Ibu. Hj. Siti Safiah
  •                               Ibu. Hj. Moeljatno, SH
  • Ketua                   : Bapak. Drs. Tashadi
  • Ketua I                 : Bpk. Drs. Didi Wahyu Sudirman
  • Ketua II                : Bpk. H. Hadi Mustadi, BcHk
  • Sekretaris            : M. Hudoro Saebani.
  • Wakil sekretaris   : Ibu. Budi Lestari. H.S.
  • Bendahara          : Ibu. Hj. Kadarisman.
  • Wakil Bendahara : Ibu. Atik Wahyu Sudirman.
  • Anggota              : Bpk. Drs. Hasan Basri (sie. Pendidikan)
  •                              Bpk. Drs. Tauchid Suroso (Sie. Pembangunan fisik/non fisik)
  •                              Ibu. Hudoro Saebani. (Sie. Humas).

Kepengurusan ini tetap berjalan sampai tahun 2000, meskipun sebagian ada pengurus yang sudah wafat, bahkan ada yang sudah duduk dalam kepengurusan YASMA.

Disebabkan oleh kesamaan niat, kesamaan visi dan misi tentang pengembangan anak Usia Taman Kanak-kanak antara Pengurus dengan kepala Taman Kanak-kanak dan guru maka TK dapat berkembang atas ijin Allah SWT. Oleh sebab itu, baik Kepala TK yang dulu maupun yang sekarang tidak menghendaki Kepengurusan untuk diganti. Kesamaan niat, keikhlasan sebagai dasar, juga misi dan visi sangatlah dibutuhkan dalam kegiatan mengemban amanah Allah. Maka meskipun para Pengurus TK sudah lama sekali ingin diganti, namun Kepala TK dan guru masih mengharap kesabaran dan keikhlasan beliau-beliau untuk ikut berjuang fii sabilillah, Insya Allah jika sudah ditemukan relawan-relawan yang ikhlas seperti beliau-beliau, kepengurusan TK baru sedikit demi sedikit bisa diganti personilnya.

6. Usaha-usaha yang telah dilakukan.
    • Dari Tahun 1960 sampai dengan 1982
      Berusaha minta kepada YASMA untuk diijinkan membangun lokal TK , tetapi belum berhasil.
    • Tahun 1983.
      Pengurus YASMA Bapak. GBPH Praboeningrat memberikan ijin untuk mendirikan bangunan TK. Maka dibangunlah 2 lantai gedung TK di sayap Utara Masjid dengan bantuan Mendikbud RI (Bapak. Prof. Dr. Nugroho Noto Soesanto) sejumlah Rp 5.000.000,00 (Lima juta rupiah).
    • Tahun 1987.
      Karena animo masyarakat bertambah banyak maka dibangun lagi 2 lantai disayap Selatan Masjid. Disamping membenahi ruang-ruang TK, Pengurus TK juga masih diberi tugas oleh YASMA untuk ikut serta memelihara Masjid, juga perbaikan-perbaikan sarana kamar mandi, WC, saluran pembuangan, dan sebagainya.
     • Tahun 1994.
     TK mengembangkan diri dengan membuka SDMS, dan mendirikan bangunan dibekas sebagian asrama YASMA. Dana diambil dari amal jariyah orang tua murid TK dan dermawan. Alhamdulillaah saaat ini SDMS telah berkembang pesat dan mendapat amanah yang luar biasa dari masyarakat. Hal ini dilihat dari perkembangannya sekaranga, jumlah murid yang ada dan berbagai prestasi yang telah diperoleh SDMS.
Untuk pengembangan kualitas, TK menjalin kerjasama antara lain dengan UGM, UNY, RRI Stasiun Nusantara II Yogyakrta, TVRI Stasiun Yogyakarta, melakukan usaha studi banding ke Cut Mutia Jakarta dan TK Al-Azhar Jakarta, dan lain sebagainya.
       • Tahun 1998.
      TK mengusahakan lahirnya “Sanggar Masjid Syuhada’”

7. Perkembangan Taman Kanak-kanak Masjid Syuhada’.

Tahun Ajaran

Jumlah Kelas

Jumlah Murid

dalam 1 kelas

Jumlah Karyawan

1960 – 1980

Masih 1 Pecaosan

3 s/d 24 anak

1 orang guru

1981 – 1983

Masih 1 Pecaosan

26 s/d 30 anak

4 guru, 1 pesuruh

1984 – 1985

3 ruang kelas

30 s/d 36 anak

6 guru, 1 pesuruh

1985 – 1986

4 ruang kelas

30 s/d 36 anak

7 guru, 1 pesuruh

1986 – 1987

5 ruang kelas

30 s/d 36 anak

10 guru, 1 pesuruh,  dan 1 TU

1987 –1988

6 ruang kelas

30 s/d 36 anak

11 guru, 1 pesuruh,  dan 1 TU

1988 – 1991

7 ruang kelas

30 s/d 41 anak

13 guru, 2 pesuruh,  dan 1 TU

1991 – 1992

8 ruang kelas

30 s/d 38 anak

14 guru, 2 pesuruh,  dan 1 TU

1992 – 1994

9 ruang kelas

30 s/d 36 anak

15 guru, 2 pesuruh, dan 1 TU

1994 – 1995

10 ruang kelas

30 s/d 36 anak

15 guru, 2 pesuruh,  dan 1 TU

1995 – 1996

13 ruang kelas

(Masuk pagi & siang)

30 s/d 33 anak

15 guru, 2 pesuruh,  dan 2 TU

1996 – 1997

11 kelas

Murid disusut, masuk pagi semua.

30 s/d 36 anak

16 guru, 2 pesuruh,  dan 2 TU

1997 – 1999

10 Kelas.

Disusut untuk meningkatkan kwalitas

30 s/d 34 anak

21 guru, 2 pesuruh, dan 2 TU

1999 – 2000

11 kelas

TK 25 s/d 30 anak

TmS 10 anak

21 guru, 2 pesuruh,  dan 2 TU

2000 – 2001

12 kelas

TK 24 – 27 anak

TmS 20 anak

22 guru, 2 TU,

3 karyawan, 2 pesuruh

2001 – 2002

12 kelas

TK 24 – 27 anak

TmS 20 anak

22 guru, 2 TU,

3 karyawan, 2 pesuruh

2002 – 2003

12 kelas

TK 22 – 24 anak

TmS 27 anak

22 guru, 2 TU,

3 karyawan, 2 pesuruh

2003 – 2004

12 kelas

TK 22 – 24 anak

TmS 26 anak

22 guru, 2 TU,

3 karyawan, 2 pesuruh

2004 – 2005

12 kelas

TK 17 – 22 anak

TmS 29 anak

22 guru, 2 TU,

3 karyawan, 2 pesuruh

2005 – 2006

11 kelas

(4 R. Kelas dijadikan 2 ruang, agar lebih luas)

TK 20 – 22 anak

TmS 20 anak

22 guru, 2 TU,

3 karyawan, 2 pesuruh

2006 – 2007

11 kelas

TK 18 – 20 anak

TmS 26 anak

22 guru, 2 TU,

3 karyawan, 2 pesuruh

2007-2013

TK: 9 kelas

KB: 3 kelas

TK: 20 anak

KB: 11-15 anak

31 guru, 5 karyawan



• Keberhasilan TKMS untuk dapat dipercaya oleh ummat tentu saja oleh karena usaha keras para pengurus TK dalam memberikan motivasi pada para Pengasuh dan karyawan untuk bersama-sama berjuang mencari ridha Allah SWT.
• Juga atas usaha pengurus untuk mendapatkan bantuan Pengasuh dari Depdiknas maupun Depag Propinsi DIY, sehingga saat ini TK mempunyai empat guru bantu dari Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kota Yogyakarta.
• Partisipasi dari orang tua peserta didik yang tergabung dalam BP3 TK/Komite TK yang sangat membantu dalam penyelenggaraan seluruh kegiatan yang diprogramkan.
• Wawasan yang maju dari Pengurus TK, sehingga selalu mengikut sertakan para pengasuh TK dalam berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan mutu profesionalisme dalam pengembangan Anak Usia Dini.
• Usaha keras para guru dan karyawan dalam memegang amanah orang tua dan amanah Allah.
• Pengurus TK yang selalu ingin memperhatikan kesejahteraan guru dan karyawan.

Meskipun berbagai upaya telah diusahakan, namun zaman semakin maju dan ilmu semakin berkembang, TKMS masih jauh dari kesempurnaan dan perlu perjuangan yang keras.

8. Kerjasama Taman kanak-kanak Masjid Syuhada’ dengan lembaga di lingkungan Syuhada’ dan di luar lingkungan Syuhada’.

• Dengan lingkungan Syuhada’
a. 1960 – 1987. Pada awal tahun berdiri TKMS selalu mendapat bantuan tenaga dari lembaga-lembaga yang ada di Masjid. Setiap dibutuhkan anak-anak asrama YASMA selalu siap membantu.
b. Tahun 1988. Pada awal tahun tersebut, anak asrama YASMA banyak yang meninggalkan bangku kuliah dan mulai bekerja, sehingga hanya ada beberapa anak yang tinggal, namun masih dapat diharapkan bantuannya.
c.  Setelah pertengahan, penghuni asrama YASMA sudah tidak ada yang kenal dengan guru-guru TK. Setiap TK perlu bantuan mulai resmi menggunakan surat, namun kerjasama sangat sedikit bisa dijalin sampai dengan tahun 2007, kerjasama hanya sebatas undangan-undangan, surat-surat pemberitahuan, atau ijin untuk meminjam sesuatu.
  Untuk saat ini, kerjasama TKMS dengan lembaga internal syuhada' alhamdulillaah terjalin dengan sangat baik. hal ini terlihat dari berbagai kerjasama yang dilakukan oleh TKMS dalam berbagai hal, seperti pengajaran iqro' yang bekerjasama dengan PAMS, pembayaran/ Keuangan melalui BMT MS, dalam penyaluran infaq dan shadaqah melalui LAZIS MS, dan lain sebagainya.

• Dengan luar Syuhada’.
 TK Masjid Syuhada selalu menjalin hubungan dengan instansi yang relevan untuk menunjang kegiatan, seperti :
>> Rumah sakit
>> Puskesmas
>> Dinas kesehatan
>> Depdiknas
>> Depag
>> Kantor-kantor instansi, perusahaan yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran, dan juga dengan orang tua peserta didik yang bersedia sebagai relawan.
>> TK Masjid Syuhada’ menerima mahasiswa, masyarakat, organisasi atau yang lain dalam PPL, Pelantikan, Penelitian, maupun kunjungan silaturrahmi baik dari luar Kota Yogyakarta, Propinsi DIY atau bahkan dari luar Pulau Jawa.
TK Masjid Syuhada’ juga menjalin kerjasama/ hubungan dengan TK yang ada di Kecamatan, Kota Yogyakarta dan Propinsi, bahkan dengan guru-guru TK seluruh Indonesia.

9. Koordinasi lembaga dengan YASMA
Dulu Pengurus YASMA selalu mendukung TK, meskipun hanya dengan pemberian suport, sehingga TK merasa mempunyai Bapak selain Pengurus TK. Sampai dengan almarhum Bapak Prof. Drs. H. M. Husein Yusuf TK Masjid Syuhada’ masih mendapat perhatian beliau.

Setelah itu TK hanya merasa punya Pengurus saja. Karena YASMA belum/ tidak pernah meninjau, memberi suport, atau bahkan menanyakan bagaimana keadaan TK. Baru setelah kepengurusan YASMA saat ini TK merasa punya Bapak baru YASMA, dan dengan demikian TK berharap agar YASMA lebih memperhatikan TK, karena beban amanah yang ditanggung oleh Pengurus TK dan seluruh karyawan bertambah berat.  Alhamdulillaah saat ini TK Masjid Syuhada' dapat berkoordinasi dengan YASMA dengan baik, bahkan untuk ke dapannnya semoga jalinan ini lebih baik tidak hanya dalam kegiatan formal, namun juga kegiatan informal lainnya.

Demikian informasi dari TK Masjid Syuhada’ yang berhasil dikumpulkan baik itu dari nara sumber Ibu. Hj. Kadarisman selaku pendiri, Ibu Hj. Siti Qomarijah selaku guru dan Kepala TK Masjid Syuhada’ sejak tahun 1961 – 1998, ibu Muqaddimah selaku kepala sekolah periode 1998-2010 dan dari file yang ada di TK Masjid Syuhada’. Semoga dapat bermanfaat.